Semangat

Aku bagaikan sinar mentari
Yang tak pernah berhenti
Mengunjungi bumi... setiap pagi
Tak ada kebosanan dan jenuh
begitulah yang terjadi...
Sebuah Inspirasi Indah Bagiku

Jumat, 03 Juni 2011

Ponsel Picu Kanker Masih Diperdebatkan

Studi World Health Organization (WHO) yang menyimpulkan ponsel dapat menyebabkan kanker ditanggapi serius, terlebih WHO adalah badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang bereputasi tinggi. Penelitian WHO bukanlah yang pertama. Sudah banyak studi menyatakan ponsel memicu bahaya kesehatan, ada pula yang berkesimpulan sebaliknya.

Pihak yang yakin bahwa ponsel berbahaya, mengajukan klaim untuk menguatkan pendapatnya. Salah satu tudingan bahaya ponsel dilayangkan peneliti International EMF [Electromagnetic Field] Collaborative. Menurut mereka, penggunaan ponsel khususnya di kalangan anak-anak, dapat menyebabkan tumor otak.

Ponsel juga 'dikambinghitamkan' dapat menyebabkan sperma kaum pria 'terbantai'. Klaim ini dilontarkan para pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Para pakar ini menduga penurunan jumlah sperma pada kaum pria dapat disebabkan oleh gelombang elektromagnetis ponsel.

Namun, tidak semua orang sepakat dengan klaim tentang bahaya ponsel. Penelitian untuk 'membela' ponsel pun digeber. Salah satu yang tampil sebagai 'pembela' ponsel adalah para peneliti di The Danish Cancer Society.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute itu disebutkan bahwa frekuensi elektromagnetik yang keluar dari ponsel tidak mempengaruhi mekanisme biologis pada tubuh manusia. Mereka menyebutkan bahwa tren tumor otak akibat ponsel tidak benar.

Penelitian WHO

Seperti detikINET kutip dari Cnet, Rabu (1/6/2011), studi dari WHO sendiri dinilai masih membingungkan. Mereka pernah menghabiskan biaya USD 24 juta untuk mengetahui apakah ponsel memicu kanker otak.

Sebagian kesimpulan studi tersebut dipublikasikan pada tahun 2010. Pada awalnya, International Agency for Research on Cancer (IARC) dari WHO menyimpulkan ponsel tidak menyebabkan kanker otak. Akan tetapi, mereka menggarisbawahi diperlukan studi lanjutan.

Namun sekarang, WHO justru mengeluarkan kesimpulan sebaliknya. Dengan tim 31 ilmuwan dari 14 negara, mereka menyatakan menemukan bukti yang cukup untuk menyatakan paparan radiasi ponsel mungkin menyebabkan kanker pada manusia.

Dengan mengklasifikasi ponsel pada kategori ini, IARC pada intinya menyatakan ada bukti ponsel mungkin memicu kanker. Namun di sisi lain, faktor pemicu yang lain juga tidak bisa dikesampingkan. Dengan demikian, studi lebih lanjut masih diperlukan.

"Kesimpulan WHO berarti ada beberapa bukti yang menghubungkan ponsel dengan kanker, namun masih terlalu lemah untuk membuat kesimpulan yang kuat. Jika korelasi itu eksis, sepertinya tidak terlalu besar angkanya," ucap Ed Young dari Cancer Research U.K

Namun memang bahaya radiasi ponsel dinyatakan tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pemakaian ponsel dalam waktu lama atau berlebihan seharusnya dihindari untuk meminimalisir risiko kesehatan.

8 Kiat Menangkal Radiasi Ponsel

Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.

Simak 8 kiat mengurangi radiasi tersebut yang dikutip detikINET dari eHow, Rabu (1/6/2011):

1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.

2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.

3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.

4. Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.

5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.

6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.

7. Diam Kala Menelpon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.

8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.


Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.

Semoga bermanfaat.

Demi iPad, Remaja Nekat Jual Ginjal

Hasrat kuat ingin memiliki sesuatu memang bukan tidak mungkin membuat seseorang nekat berbuat gila. Seperti yang dilakukan remaja asal China yang satu ini, dia nekat menjual ginjalnya demi bisa membeli iPad!

Ya, Xiao Zhang, siswa sekolah di Provinsi Anhui, China ini menjual salah satu ginjalnya seharga 20 ribu yuan (sekitar Rp 26 juta) agar bisa membeli iPad 2 yang didambakannya. Demikian laporan Global Times yang dikutip detikINET, Jumat (3/6/2011).

Kepada ibundanya, remaja laki-laki ini mengaku termotivasi menjual ginjalnya setelah melihat iklan online yang menawarkan uang tunai bagi siapa saja yang mau menjadi donor ginjal.

"Saya ingin memiliki iPad 2, tetapi tidak punya uang," kata remaja itu saat diwawancara stasiun TV setempat. Selain iPad 2, Zhang juga membeli iPhone dan laptop dari hasil penjualan ginjalnya.

Rumah sakit Chenzhou 198 di provinsi Hunan, tempat dimana Zhang dikabarkan melakukan operasi pengambilan ginjal, tidak bersedia menjelaskan soal kasus ini.

Pihak rumah sakit menyangkal telah menerima ginjal Zheng, namun mengakui bahwa divisi urologi mereka 'dikontrakkan' ke seorang pengusaha swasta.

Ibunda Zhang melaporkan hal ini kepada polisi dan meminta untuk ditangani secara hukum. Namun agen yang mengatur jual beli organ ini tidak bisa dihubungi.

Perceraian Bisa Bikin Anak Sulit Belajar

Perceraian yang dilakukan oleh orangtua pasti akan berdampak terhadap kehidupan anak-anaknya. Studi menemukan bahwa anak yang orangtuanya bercerai akan membuatnya kesulitan belajar dan bergaul.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang orangtuanya bercerai akan berjuang lebih keras dalam belajar matematika dan bergaul. Hal ini kemungkinan karena dipengaruhi oleh rasa kecemasan, kesepian dan sedih yang dialaminya.

Studi yang dilakukan selama 5 tahun ini membandingkan perkembangan emosi dan akademik dari anak-anak yang orangtuanya bercerai dan yang tidak. Sebanyak 3.585 anak-anak terlibat dalam studi ini yang usianya sekitar 4 tahun.

"Anak-anak akan mengalami kemunduran dalam nilai matematika dan masalah pada keahlian interpersonalnya, mereka lebih rentan terhadap perasaan gelisah, kesepian, harga diri yang rendah dan kesedihan," ujar ketua studi Hyun Sik Kim dari University of Wisconsin-Madison, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (3/6/2011).

Hyun Sik Kim menuturkan masalah tersebut biasanya akan muncul begitu proses perceraian dimulai. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam American Sociological Review.

Peneliti mengungkapkan kemunduran dan masalah yang timbul akan lebih besar ketika anak-anak mengalami stres akibat melihat orangtuanya saling menyalahkan atau berdebat satu sama lain saat bercerai.

"Kondisi kehidupan tidak stabil yang dialami oleh anak-anak yang orangtuanya bercerai juga bisa mengganggu hubungan sosial si anak," ungkapnya.

Hasil studi ini semakin menambahkan bukti yang menunjukkan dampak buruk bagi anak-anak jika orangtuanya bercerai, terlebih jika perceraian tersebut dilakukan secara tidak baik. Studi di Inggris menunjukkan anak-anak dari perceraian 5 kali lebih besar berisiko menderita masalah mental.

Keuntungan Berhenti Merokok Dalam Hitungan Jam

Berhenti merokok adalah hal yang tidak mudah dilakukan, terutama pada seseorang yang sudah sangat kecanduan nikotin. Tapi jika berhasil berhenti merokok, ada keuntungan yang didapat dalam hitungan jam.

Untuk mencapai hal tersebut memang dibutuhkan niat, tekad dan komitmen yang kuat serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Namun hasil yang didapatkan akan jauh lebih memuaskan dari perjuangan yang dilakukan.

Efek yang didapatkan dari berhenti merokok mencakup berbagai hal termasuk mental dan fisik. Berikut ini adalah efek yang bisa didapatkan jika seseorang berhenti merokok, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (3/6/2011) yaitu:

Dalam waktu 8 jam
Kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah akan sangat berkurang. Hal ini bisa menurunkan risiko serangan jantung dan kadar oksigen dalam darah akan meningkat ke jumlah normal.

Dalam waktu 24 jam
Risiko terkena serangan jantung semakin berkurang. Semua karbon monoksida dan nikotin akan keluar dari dalam tubuh. Serta ujung saraf mulai tumbuh kembali sehingga mengembalikan kemampuannya untuk meningkatkan sensor rasa dan bau.

Dalam waktu 48 jam
Ini adalah saat yang sulit karena efek samping akan muncul seperti sakit perut dan muntah. Tapi pada saat ini juga terjadi penurunan risiko kerusakan paru-paru dan menghentikan risiko kanker paru-paru.

Dalam waktu 72 jam
Tabung bronchial yang ada di tubuh mulai rileks sehingga membuat seseorang bisa bernapas lebih mudah lagi.

Dalam waktu 2 minggu
Fungsi paru-paru kembali meningkat hingga 30 persen sehingga memperbaiki sirkulasi darah dan membuat orang lebih mudah melakukan kegiatan. Meski kadang ditemukan gejala withdrawal seperti mudah tersinggung, sakit kepala dan kecemasan.

Dalam waktu 1-9 bulan
Penampilan fisik akan mulai membaik, seperti warna pucat kelabu di tubuh hilang, mengurangi kerut, mengurangi batuk, sesak napas, hidung tersumbat dan kelelahan. Selain itu rambut silia di paru-paru mulai berfungsi dengan baik dalam membersihkan lendir sehingga mengurangi risiko infeksi.

Dalam waktu 1 tahun
Risiko seseorang terkena penyakit jantung yang berhubungan dengan merokok akan berkurang sekitar 1,5 kali dibanding satu tahun lalu.

Dalam waktu 10 tahun
Risiko terkena serangan jantung dan kanker paru-paru akan berkurang hampir sama dengan orang yang tidak pernah merokok, serta mengurangi risiko kanker lainnya seperti mulut, tenggorokan, kandung kemih dan pankreas.

Cepatlah Minum Setelah Menangis untuk Mencegah Dehidrasi

Saat menangis tubuh akan kehilangan sejumlah cairan, untuk itu minumlah air yang cukup setelah menangis agar tidak terjadi dehidrasi yang nantinya dapat memicu sakit kepala. Dan mengonsumsi air putih juga bisa membantu menenangkan dan mengurangi tekanan

Menangis memang diketahui bisa membuat seseorang merasa lega dan lebih baik, hal ini karena ada anggapan dengan menangis bisa membantu mengeluarkan tekanan yang ada di dalam tubuh.

Ketika menangis saluran air mata akan mengeluarkan kombinasi dari air, minyak dan lendir ke mata. Beberapa air mata akan berjalan melalui lubang kecil di sisi kelopak mata mengalir ke rongga hidung sehingga menyebabkan keluarnya ingus.

Louann Brizendine, seorang dokter ahli saraf di University of California, San Francisco menuturkan ketika seseorang mengalami rasa sakit fisik, kesedihan emosional serta frustasi maka amygdala otak yang merupakan bagian dari sistem limbik (emosional otak) akan mendapatkan sinyal.

Jika stimulus atau rangsangan yang didapatkan cukup besar, maka energi bisa berpindah dari area emosional ke dalam bagian frontal motor strip. Kondisi inilah yang akan membuat seseorang tersedu-sedu ketika bernapas saat nangis, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (3/6/2011).

Terkadang kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor emosional seseorang, jika ia bisa mengendalikan atau mengontrol emosinya maka tangisan yang muncul tidak akan membuatnya tersedu-sedu.

Selain itu secara biologis saluran yang berfungsi meneteskan air mata pada perempuan lebih besar dibanding laki-laki, sehingga membuat perempuan lebih mudah menangis. Sedangkan cairan air mata mengandung garam yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis akan membesar.

Jumat, 09 Juli 2010

Pengantar

Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia (kanan) dan Balairung (kiri) Universitas Indonesia

Universitas Indonesia adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. UI saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu universitas riset atau institusi akademik terkemuka di dunia. Sebagai universitas riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. Sementara itu, UI juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

UI berdiri pada tahun 1849 dan merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Asia. Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni, UI secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. Bagaimanapun UI tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional nomor satu.

Danau Kenanga Universitas Indonesia

Dengan predikat sebagai kampus terbaik negeri ini, UI secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia. Beberapa universitas terkemuka yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UI diantaranya adalah: Washington University, Tokyo University, Melbourne University, Sydney University, Leiden University, Erasmus University, Kyoto University, Peking University, Tsinghua University, Australian National University, and National University of Singapore. Selain itu, UI saat ini juga memperkuat kerjasamanya dengan beberapa asosiasi pendidikan dan riset diantaranya: APRU (Association of Pacific Rim Universities) dengan peran sebagai Board of Director, AUN (ASEAN University Network), and ASAIHL (Association of South East Asia Institution of Higher Learning).

Secara geografis, posisi kampus UI berada di dua area berjauhan, kampus Salemba dan kampus Depok. Mayoritas fakultas berada di Depok dengan luas lahan mencapai 320 hektar dengan atmosfer green campus karena hanya 25% lahan digunakan sebagai sarana akademik, riset dan kemahasiswaan. 75% wilayah UI bisa dikatakan adalah area hijau berwujud hutan kota dimana di dalamnya terdapat 8 danau alam. Sebuah area yang menjanjikan nuansa akademik bertradisi yang tenang dan asri.


Sambutan Rektor

Selamat Datang di Universitas Indonesia!

Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri

Peradaban dunia kita saat ini ditandai oleh tiga aspek penting. Pertama-tama, kita menyaksikan demografi dunia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Terkait dengan masalah ini, data yang ada membuktikan bumi kita telah menampung 6,5 milyar jiwa dan pada tahun 2050 diperkirakan akan mencapai 10 milyar jiwa. Kedua, dunia modern telah berkembang menjadi panggung krisis energi yang tak terbayangkan. Dunia saat ini mengkonsumsi energi tak terbarukan dalam jumlah yang membuat masa depan dunia berada pada bayang-bayang suramnya lingkungan hidup. Ketiga, ekonomi global saat adalah ekonomi yang berbasiskan pada struktur raksasa dan dinamika ekonomi derivatif yang tidak nyata dimana dalam beberapa kasus menyebabkan turbulensi dan ketidakpastian.

Universitas-universitas dunia saat ini berada dalam posisi untuk menjawab tantangan gobal tersebut. Berdasarkan semangat ini, Universitas Indonesia berkomitmen mencari solusi-solusi atas tantangan global, mengembangkan pendidikan kepada para pemimpin masa depan dan memperkuat kinerja akademiknya. Universitas Indonesia adalah lembaga inovatif, sebagaimana kami terstruktur dan terorganisir, sekaligus sebagaimana adaptasi kami dengan perubahan global.

Universitas Indonesia memiliki sejarah yang kaya akan kecemerlangan akademik dan kontribusi baik kepada masyarakat Indonesia, juga masyarakat internasional. Kunci sukses kami selain terletak pada dedikasi pengajar dan staf kami, juga pada semangat muda mahasiswa dan peneliti berkelas dunia. Kami sangat bangga berbagi kualitas, kedalaman dan keluasan dari sumber daya intelektual yang menciptakan komunitas akademik terkemuka dari kepemimpinan kami di bidang kedokteran, ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus juga ilmu sosial.

Kampus Universitas Indonesia menawarkan pengalaman luas, yang mencakup lingkungan, budaya sekaligus juga kesempatan akademik. Kampus ini berbagi tradisi yahg sudah kondang selain juga tetap menjaga semangat tinggi dan dinamika modernisasi. Universitas Indonesia adalah kombinasi antara kualitas tinggi sistem pendidikan yang bersahabat, menyenangkan dan berorientasi lingkungan. Komitmen kami adalah bekerja secara multi kultur demi mengejar pencapaian tertinggi bagi mahasiswa kami, fakultas dan masyarakat. Ini adalah tradisi Universitas Indonesia dan kami melanjutkannya untuk berkembang secara global.

Untuk tahun tahun ke depan, Universitas Indonesia yang telah melampaui beberapa reformasi substansial berharap mampu jadi kampus modern, multi kultur dan berkelas internasional. Diantara beberapa langkah strategisnya adalah komitmen penuh terhadap proses internasionalisasi, peningkatan komitmen pendanaan penelitian, peningkatan publikasi riset internasional dengan tidak melupakan unsur lingkungan. Universitas Indonesia telah meningkatkan kerjasama riset dengan mitra internasional, dan berharap ke depannya bisa meningkatkan jumlah dosen dan mahasiswa asing.

Akhir kata, apapun minat anda, tujuan anda ataupun ambisi anda, Universitas Indonesia menawarkan banyak hal, baik kualitas prima program studi kami, peluang belajar dan riset, pengalaman internasional, hingga fasilitas rekreasi dan olahraga. Kami percaya bahwa prinsip penting dalam segala aspek pedagogi dan riset di Universitas Indonesia bermuara pada pembangunan relasi antar elemen masyarakat sipil, peningkatan kontribusi internasional, pencarian kesinambungan sosial sejalan dengan lingkungan hidup, dan komitmen terhadap global citizenship.
Maka dari itu kami percaya semakin besar karya kami, maka semakin besar kontribusi kami kepada dunia. Salam terhangat saya bagi anda-anda semua yang telah mempercayakan dan membantu Universitas Indonesia dalam menjawab berbagai kesempatan maupun tantangan yang nyata-nyata ada pada lingkup komunitas baik lokal maupun global.

Hormat saya,
Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri
Rektor, Universitas Indonesia

Sejarah

Gedung UI Tempo Dulu

Universitas Indonesia mengalami banyak sekali perubahan dalam sejarahnya yang relatif panjang. Dari perspektif subtantif, lembaga ini ditetapkan melalui Keputusan Pemerintah Nomor: 22, tanggal 2 Januari 1849 dan selanjutnya pendidikan tersebut dimulai pada bulan Januari 1851 dengan nama, "Sekolah Dokter Jawa" (Dokter java school). Pada akhir abad ke-19, Sekolah Dokter Jawa dikembangkan lebih lanjut menjadi School tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) (1898).

STOVIA ditutup di tahun 1927 pada usianya yang ke-75 tahun. Sebagai penggantinya, didirikan Sekolah Tinggi Kedokteran di tahun 1927 melengkapi kehadiran 4 Sekolah tinggi lainya yang tersebar di beberapa kota. Keempat sekolah tersebut yaitu: Sekolah Tinggi Tehnik di Bandung (1920), Sekolah Tinggi Hukum di Batavia (1924) dan Sekolah Tinggi Sastra dan Budaya di Batavia (1929). Sementara itu, di Bogor dikembangkan Sekolah Tinggi Pertanian. Kelima Sekolah Tinggi tersebut merupakan cikal bakal fakultas-fakultas di bawah naungan Nood Universiteit (Universitas Darurat) yang didirikan pada tahun 1946 di Jakarta, pada masa awal pendudukan Belanda pasca Perang Dunia ke-2.

Nood Universiteit pada tahun 1947 berganti nama menjadi Universiteit van Indonesie yang berkedudukan di Jakarta. Beberapa Guru Besar nasionalis (diantaranya Prof. Mr. Djokosoetono), mengoperasikan Universiteit van Indonesie di Ibu Kota Republik Indonesia yang pada saat itu berada di Jogjakarta. Kegiatan akademik tersebut terpisah dari Induknya di Jakarta yang masih berada dalam kekuasaan Belanda. Pada tahun 1949, pengakuan kedaulatan Rl oleh Belanda berlangsung dan Ibu Kota kembali dipindahkan ke Jakarta. Universiteit van Indonesie Jogjakarta dipindahkan kembali ke Jakarta. Hampir bersamaan dengan hal tersebut didirikanlah Universitas Gadjah Mada di Jogjakarta di tahun 1949.

Dokter Djawa School

Pada tahun 1950, melalui serangkaian "ketegangan" antara Guru Besar Nasionalis dengan Guru Besar Belanda, akhirnya Universiteit van Indonesie berganti nama menjadi "Universitas Indonesia". Perguruan Tinggi ini mempunyai beberapa Fakultas dibeberapa kota yaitu: Jakarta (Kedokteran, Hukum, Sastra dan Budaya), Bandung (Tehnik), Bogor (Pertanian), Surabaya (Kedokteran Gigi), serta Makasar (Ekonomi).

Fakultas-fakultas diluar Jakarta pada tahun 1960-an berdiri sendiri. Universitas Indonesia di Jakarta mempunyai kampus di Salemba dan terdiri dari beberapa Fakultas seperti: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Tehnik. Pada perkembangan selanjutnya berdirilah Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, llmu Komputer dan kemudian Fakultas Keperawatan.

Dokter Djawa School

Pada tahun 1970-an hingga awal 1980-an, Universitas Indonesia mempunyai 2 kampus utama, yaitu di Salemba dan Rawamangun. Pada tahun 1987, Universitas Indonesia membangun kampus baru di Depok di area seluas 320 ha. Mulai tahun tersebut Universitas Indonesia melepaskan Kampus Rawamangun namun masih menggunakan
Kampus Salemba untuk kegiatan akademik Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Jumlah seluruh area yang menjadi aset tanah Universitas Indonesia adalah sekitar 350 ha atau sekitar 3.500.000 M2 (di Jakarta Pusat, Depok, Tangerang, dan Jakarta Timur).

Pada tahun 2000 Universitas Indonesia menjadi salah satu Perguruan Tinggi dengan status Badan Hukum di Indonesia. Hal ini mengawali implementasi gagasan otonomi kampus yang meliputi dua hal sebagai berikut: Pertama, otonomi dalam hal pengembangan akademik. Kedua, adalah otonomi pengelolaan keuangan. Otonomi tersebut memberi ruang bagi Universitas Indonesia untuk berkembang dan memainkan peranan yang mendasar di era masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Dari catatan genealogis di atas, penting direnungkan bahwa kelangsungan Ul seiring dengan perkembangan peradaban Indonesia khususnya dalam dunia akademik. Dapat dikatakan bahwa Ul merupakan cikal bakal dan titik tolak pencerahan untuk Indonesia modern. Ul menjunjung nama Indonesia dan hal ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab.

Dalam kaitan ini, Universitas Indonesia sebagai "universe", selayaknya mempunyai kapasitas untuk menjadi motor peradaban dan kemanusian mencapai "kemajuan" yang tidak abai pada keseimbangan antara orientasi nilai-nilai akademik, dengan moralitas dan seni. Dengan demikian, peradaban bangsa dan kemanusiaan di Republik ini di masa datang seyogyanya ditandai oleh terciptanya kemajuan, keadaban, kemakmuran, keadilan, kedamaian, demokrasi, serta keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.


SILSILAH UNIVERSITAS INDONESIA

1849

1849-1898 Dokterdjawaschool Batavia
1898-1927 School tot Opleiding van Indische Artsen,Batavia
1909-1929 Opleidingschool voor Inlandsche Rechtskundigen, Batavia
1913-1942 Nederlandsch-Indische Veeartsenschool, Buitenzorg
1920-1921 Technische Hoogeschool, Bandoeng
1922-1924 Rechtschool, Batavia
1924-1942 Rechts-hoogeschool, Batavia
1924-1942 Technische-Hoogeschool, Bandoeng
1927-1942 Geneeskundige Hoogeschool, Batavia
1940-1942 Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte, Batavia
1941-1942 Faculteit der Landbouwwetenschap, Batavia
1943-1945 Djakarta Ika Daigaku
1944-1945 Bandoeng Koogyo Daigaku

1945-1950

Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia

  1. Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
  2. Perguruan Tinggi
    Hukum/Kesusastraan, Jakarta

1946-1947

Nood-Universiteit

  1. Geneekundige Faculteit
  2. Juncdiche Facultein
  3. Faculteit der Letter en Wijbegerts
  4. Technische Faculteit
  5. Landbouwkundige Faculteit

Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia

  1. Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
  2. Perguruan Tinggi Hukum/Kesusastraan, Jakarta

1947-1950

Nood-Universiteit

  1. Faculteit der Geneekundige, Batavia
  2. Faculteit van Technische Wetenschap, Bandoeng
  3. Faculteit der Rechtsgekerdeid end canSociale Wetenschap, Batavia
  4. Faculteit der Letter en Wijbegerts, Batavia
  5. Faculteit van Landbouwwatenschap, Buitenzorg
  6. Faculteit der Exacte Wetenschap - kemudiannamanya diubah menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuurewtenschap, Bandung
  7. Diergeneschundige Faculteit, Buitenzorg
  8. Faculteit der Economiche Wetenschap, Makasar
  9. Faculteit der Geneskunde, Soerabaja
  10. Fakultas lain yang jenis dan tempatnya ditentukan Gubernur Jenderal

Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia

  • Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
  • Perguruan Tinggi Hukum/Kesusastraan, Jakarta

Februari 1950

Universiteit Indonesie/ Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia Serikat

  1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
  4. Fakultas Pertanian, Bogor
  5. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
  6. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
  7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
  8. Fakultas Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
  9. Fakultas Ekonomi, Makasar (ditutup untuk sementara)

Februari 1950-1954

Universiteit Indonesie/Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia

  1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
  2. Faculteit Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Faculteit Sastra dan Filsafat, Jakarta
  4. Faculteit Ekonomi, Jakarta
  5. Faculteit Pertanian, Bogor
  6. Faculteit Kedokteran Hewan, Bogor
  7. Faculteit Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
  8. Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
  9. Faculteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
  10. Cabang Faculteit Hukum dan Pengabdian Masyarakat dari FH & PM UI Jakarta, Makasar
  11. Faculteit Ekonomi sebagai cabang Faculteit Ekonomi UI Jakarta, Makasar

1954-1955

Universitas Indonesia

  1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
  2. Faculteit Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Faculteit Sastra dan Filsafat, Jakarta
  4. Faculteit Ekonomi, Jakarta
  5. FaculteitPertanian, Bogor
  6. Faculteit Kedokteran Hewan, Bogor
  7. Faculteit Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
  8. Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
  9. Faculteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
  10. Faculteit Ekonomi, Makasar
  11. Faculteit Hukum, Makasar

1955-1956

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
  4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
  5. FakultasPertanian, Bogor
  6. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
  7. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
  8. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
  9. Fakultas Ekonomi, Makasar
  10. Fakultas Hukum, Makasar

1956-1959

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
  4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
  5. FakultasPertanian, Bogor
  6. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
  7. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
  8. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung

1959-1963

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran, Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Fakultas Sastra, Jakarta
  4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
  5. Fakultas Psikologi, Jakarta
  6. Fakultas Kedokteran Gigi, Jakarta
  7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Jakarta
  8. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jakarta
  9. Fakultas Pertanian, Bogor
  10. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor

1963-1987

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran, Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
  3. Fakultas Sastra, Jakarta
  4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
  5. Fakultas Psikologi, Jakarta
  6. Fakultas Kedokteran Gigi, Jakarta
  7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Jakarta
  8. Fakultas Teknik, Jakarta
  9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Jakarta
  10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta
  11. Fakultas Non Gelar Ekonomi, Jakarta
  12. Fakultas Non Gelar Teknologi, Jakarta 13. Fakultas Pascasarjana, Jakarta

1987-2007

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran, Kampus Salemba - Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Kampus Depok
  3. Fakultas Sastra, Kampus Depok
  4. Fakultas Ekonomi, Kampus Depok
  5. Fakultas Psikologi, Kampus Depok
  6. Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus Salemba - Jakarta
  7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Kampus Depok
  8. Fakultas Teknik, Kampus Depok
  9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Depok
  10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus Depok
  11. Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Depok
  12. Fakultas Ilmu Keperawatan, Kampus Depok
  13. Fakultas Pascasarjana, Kampus Salemba - Jakarta

2007-2011

Universitas Indonesia

  1. Fakultas Kedokteran, Kampus Salemba - Jakarta
  2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Kampus Depok
  3. Fakultas Sastra, Kampus Depok
  4. Fakultas Ekonomi, Kampus Depok
  5. Fakultas Psikologi, Kampus Depok
  6. Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus Salemba - Jakarta
  7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Kampus Depok
  8. Fakultas Teknik, Kampus Depok
  9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Depok
  10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus Depok
  11. Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Depok
  12. Fakultas Ilmu Keperawatan, Kampus Depok
  13. Fakultas Pascasarjana, Kampus Salemba - Jakarta
  14. Program Pendidikan Vokasi, Kampus Depok

Logo & Filosofi

Lambang Universitas Indonesia diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumaxtono (nama aslinya Sumartono), mahasiswa Angkatan 1951 Seni Rupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung.

Ide dasar dari lambang tersebut adalah kala-makara, yang merupakan dua kekuatan yang ada di alam: kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi). Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.

Lambang Universitas Indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu: pohon dengan cabang- cabangnya dan makara:

Logo Universitas Indonesia



Makna lambang Universitas Indonesia adalah sebagai berikut:

Pohon berikut cabang dan kuncup melambangkan pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup tersebut suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru. Kuncup-kuncup itu akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan itu hidup. Dengan demikian, Sumaxtono ingin menyatakan bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.

Makara yang mengalirkan air melambangkan hasil yang memancar ke segala penjuru. Makna yang diberikan Sumaxtono adalah Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.

Rancangan desain berikut maknanya diperlihatkan oleh Sumaxtono kepada Srihadi (mahasiswa Seni Rupa FT-UI, Bandung Angkatan 1952) pada tahun 1952. Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. - yang juga pencipta lambang Institut Teknologi Bandung - tidak mengetahui kapan dan siapa yang mengesahkan lambang UI tersebut. Yang pasti adalah, sampul buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, BAndung, 120 hlm.) menggunakan lambang Universitas Indonesia untuk pertama kali seperti yang dibuat oleh Sumaxtono (tanpa bingkai segilima).


Warna

Petunjuk penggunaan logo warna UI dapat dilihat gambar dibawah ini :

panduan_logo.gif - 420x400 - 31.86 kb

Download File [ Format Kuning : wmf | eps ] [ Format Hitam : wmf | eps ]

Untuk komposisi warna Kuning sebagai berikut :

CMYK
  • Cyan = 0
  • Magenta = 10
  • Yellow = 100
  • K(black) = 0

RGB
  • Red = 255
  • Green = 221
  • Blue = 0

Pantone

  • 109C
Untuk komposisi warna Hitam sebagai berikut :

CMYK
  • Cyan = 0
  • Magenta = 0
  • Yellow = 0
  • K(black) = 100

RGB
  • Red = 0
  • Green = 0
  • Blue = 0

Pantone

  • Process Black


Visi & Misi

Visi

"Menjadi Universitas Riset Kelas Dunia"

Misi

  • Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi berbasis riset untuk pengembangan Ilmu, Teknologi, Seni dan Budaya.
  • Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia serta kemanusiaan.

Tujuan

Mempertahankan reputasi UI sebagai universitas terbaik di Indonesia dengan menghasilkan kualitas lulusan yang mampu bersaing di pasar global dan kualitas riset yang bertaraf internasional serta menghasilkan produk Research & Design yang dapat mendukung daya saing Internasional.













































Renstra

Universitas Indonesia memiliki rencana strategis (renstra) yang telah disusun dan disepakati oleh jajaran manajemen universitas. Renstra ini menjadi panduan universitas dalam menjalankan visi dan misi universitas.

Perencanaan pengembangan Kampus UI

Didalamnya terdapat ekspektasi keberhasilan universitas setiap tahunnya. Selain itu, dalam renstra ini juga terdapat strategi pencapaian tujuan universitas beserta indikator keberhasilan yang digunakan sebagai standar penilaian keberhasilan dari proses yang dijalankan. Dalam menentukan strategi dan menentukan indikator keberhasilan ini, UI telah mempertimbangkan dengan cermat nilai dasar, kondisi internal dan eksternal, baik dalam perspektif regional maupun internasional.

Rencana Strategis UI

Pengantar

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada sistem pendidikan berbasis penelitian, UI selalu mengupayakan agar sistem pendidikan yang ada mampu mempersiapkan mahasiswa-mahasiswinya bersaing secara global dalam segala aspek, baik di bidang ilmu sains, sosial humaniora, dan kedokteran. Untuk itu dibutuhkan pembangunan budaya dan atmosfir intelektual yang intensif dan konsisten. Hal ini sepenuhnya mendapatkan dukungan dari organisasi dan manajemen yang saling mendukung satu sama lain, baik itu dari Majelis Wali Amanat (MWA), Kabinet Rektorat, Dekan Fakultas hingga Tim Administrasi.

Dalam menjalankan roda operasionalnya, pihak manajemen UI menggunakan asas transparansi dan akuntabilitas. Dengan prinsip tersebut, diharapkan UI mampu berakselerasi dalam masyarakat global sebagai perguruan tinggi dengan tradisi akademik yang telah mengakar kuat sejak abad ke-19.

Struktur organisasi UI memiliki fleksibilitas untuk mendukung program-program kerja berdasarkan visi, misi dan tujuan yang menjadi GBPP (Garis Besar Pelaksanaan Pendidikan) Universitas Indonesia. Struktur organisasi juga merupakan tonggak yang mampu menjamin kualitas pembuatan kebijakan, manajemen keuangan yang modern, dan tentunya menjaga level pencapaian pada persaingan global.

Pimpinan UI dengan beberapa tim pendukungnya adalah gambaran institusi pendidikan yang modern dimana kampus harus mampu mengakomodir semua aspek dan masukan dari semua unitnya berbasiskan alam berpikir demokratis, sekaligus berjalan beriring dengan manajemen modern demi mencapai tujuan luhur menghasilkan lulusan yang berkualitas. Akhir kata, atmosfir yang modern, demokratis dan manajemen modern adalah jiwa dan semangat dari Universitas Indonesia di era milenium ini.


Majelis Wali Amanat

Majelis Wali Amanat (MWA) adalah badan tertinggi di universitas yang mewakili kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat dan kepentingan universitas itu sendiri. Keanggotaan MWA terdiri beberapa elemen, yaitu: Menteri (Bidang Pendidikan), Senat Akademik Universitas, Rektor, Masyarakat, Karyawan dan Mahasiswa yang kesemuanya diangkat/diberhentikan oleh Menteri untuk masa jabatan 5 tahun. Untuk mahasiswa, masa jabatan hanya terbatas setahun?digantikan oleh wakil dari mahasiswa yang lain yang lebih junior? mengingat tugas utama mereka yang harus menyelesaikan kegiatan perkuliahan.

Tugas utama MWA adalah menetapkan kebijakan umum universitas, mengangkat/memberhentikan pimpinan universitas, melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian umum atas pengelolaan universitas dan melakukan penilaian kinerja pimpinan universitas.

Berikut ini adalah susunan kepengurusan MWA periode 2007-2012:

Ketua : dr. H. Purnomo Prawiro
Seketaris : Dra. E.J.M. Damona K. Poespawardaja, MA
Anggota :
  • Prof. Dr. Bambang Sudibyo
  • Prof. Dr. derSoz. Gumilar Rusliwa Somantri
  • Dr. drg. Mia Damiyanti, M.Pd.
  • Dr. Muhammad Hikam
  • Dr. Muhammad Idrus Alhamid
  • Prof. Safri Nugraha, Ph.D
  • Dr. Siti Adiprigandari Adiwoso Suprapto, M.Sc., Ph.D.
  • Prof. dr. Mardjanis Said, Sp.A.
  • Prof. Dr. Maswadi Rauf
  • Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.Publ
  • Prof. Dr. Aniati Murni
  • Dra. Setyowati, S.Kp., M.App. Sc., Ph.D.
  • Prof. Dr. Emil Salim
  • Dr. (HC) Rachmat Gobel
  • Dr. Ing. H. Fauzi Bowo
  • Prof. Alwi Abdurrahman Shihab, MA., Ph.D.
  • Hermawan Kartajaya, MBA.
  • Drs. Fauzi Asran, SIP.
  • Salman Farishi


Senat Akademik Universitas

Senat Akademik Unversitas merupakan badan normatif tertinggi universitas di bawah Majelis, yang bertanggung jawab menetapkan kebijakan umum akademik universitas. Senat Akademik Universitas terdiri atas Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Pasca Sarjana, wakil Guru Besar, wakil dosen bukan guru besar dan Kepala Perpustakaan Universitas.

Berikut ini adalah susunan kepengurusan SAU periode 2006-2011:

Ketua
:
Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng
Seketaris
:
Enie Novieastari,SKp.,MSN
PIMPINAN KOMISI SAUI
Komisi Integrasi:
Ketua
:
Prof. dr. Amal C. Sjaaf, SKM, DrPH
Sekretaris
:
Dr. drg. Ellyza Herda, MS
Komisi Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Ketua
:
Prof. Dr.dr. Sudarto Ronoatmodjo, SKM., MSc.
Sekretaris
:
Dr. Lydia Freyani Hawadi
Komisi Pengembangan Universitas Indonesia
Ketua
:
Prof. Dr. drg. Budiharto, SKM
Sekretaris
:
Dr. dr. Erni H. Purwaningsih, MS

KEANGGOTAAN

Sebagai catatan, SAUI periode 2006-2011 memiliki keanggotaan yang berjumlah 65 orang, namun setelah terpilihnya para wakil Rektor yang berjumlah 3 orang, maka sejak bulan Oktober 2007, keanggotaan SAUI periode 2006-2011 menjadi 66 orang dengan rincian sebagai berikut:
  • Rektor (1 orang)
  • Wakil Rektor (3 orang)
  • Dekan Fakultas dan Ketua Program Pasca Sarjana (13 orang)
  • Perwakilan 12 Fakultas (48 orang) yang terdiri atas 4 orang wakil dari setiap fakultas
  • Kepala Perpustakaan UI (1 orang)



Pimpinan UI

Pimpinan universitas adalah Rektor dan para Wakil Rektor, bertugas antara lain menjalankan fungsi pengelolaan universitas secara keseluruhan, melaksanakan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada kepada masyarakat, membina sivitas akademika (dosen & mahasiswa)serta membina hubungan dengan alumni, baik dilingkungan universitas dan masyarakat. Rektor diangkat/diberhentikan oleh Majelis untuk masa jabatan 5 tahun, setelah melalui proses pemilihan yang diadakan khusus dalam suatu rapat terbuka Majelis. Berikut ini adalah susunan Pimpinan UI periode 2007-2012:

Nama
Jabatan Foto
Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri Rektor
Gumilar
Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
M-anis
Drs. Ak. Tafsir Nurchamid, M.Si Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum
Tafsir
Sunardji, SE, MM Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri
Sunardji