Semangat

Aku bagaikan sinar mentari
Yang tak pernah berhenti
Mengunjungi bumi... setiap pagi
Tak ada kebosanan dan jenuh
begitulah yang terjadi...
Sebuah Inspirasi Indah Bagiku

Minggu, 31 Juli 2011

'Facebook & Twitter Picu Krisis Identitas'

Situs jejaring seperti Facebook dan Twitter telah jadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang belakangan ini. Namun di samping memberi manfaat, situs tersebut bisa memicu krisis identitas.

Pendapat ini disampaikan Susan Greenfield, profesor farmakologi sinaptik terkemuka di Oxford University, Inggris. Susan adalah pakar yang spesialisasinya dalam hal fisiologi otak.

Ia menganggap bahwa fokus pada pertemanan online di Facebook dan Twitter serta keterlibatan dalam umpan balik (feedback) yang konstan di kedua situs tersebut bisa mempengaruhi syaraf-syaraf otak, membuat orang berharap pada kepuasan instan dan membuat konsentrasi menurun.

Baroness menilai kedangkalan informasi yang dibagikan via dua situs tersebut bisa menjadi masalah. Berbagai update yang kurang penting membuat user seolah adalah para anak kecil.

"Mengapa seseorang harus tertarik dengan menu sarapan orang lain? Hal ini mengingatkan saya pada seorang anak kecil yang berkata, mama lihatlah aku melakukan ini, aku melakukan itu," kata dia.

"Ini seperti mereka tengah berada dalam semacam krisis identitas," imbuhya, seperti detikINET kutip dari Metro, Minggu (31/7/2011).

Menurut dia, sebagian orang berupaya terlalu keras untuk menjadi selebritis kecil-kecilan di Facebook atau Twitter. Hal itu membuat orang hidup di sebuah dunia di mana yang dihitung adalah apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.

"Pikirkan implikasinya bagi masyarakat jika orang-orang lebih mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka daripada apa yang mereka pikirkan terhadap diri sendiri," pungkasnya.

Awal Ramadhan 1432 H, Senin 1 Agustus

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa Ramadhan 1432 H jatuh pada hari Senin, 1 Agustus 2011. Keputusan tersebut menyusul sidang itsbat yang berlangsung Minggu sore (31/7) di Operation Room Kementerian Agama, Jakarta.

Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali di dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Wahyu Widiana, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, pimpinan ormas-ormas Islam, duta besar negara sahabat, dan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag.

"Setelah mencermati laporan Badan Hisab Rukyat, pertimbangan para ulama, kita semua sepakat 1 Ramadhan 1432 hijriyah jatuh pada hari Senin, 1 Agustus 2011," kata Menteri Agama Suryadharma Ali seraya mengetok palu. Penetapan awal Ramadhan 1432 H juga dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama No 125 Tahun 2011 yang ditandatangani 31 Juli 2011.
Ketua Badan Hisab dan Rukyat, Ahmad Jauhari saat menyampaikan hasil pemantauan di seluruh Indonesia, menyebutkan bahwa perhitungan data hisab yang dihimpun oleh Direktorat Jendral Bimas Islam di beberapa titik

pemantauan di seluruh Indonesia menyatakan bahwa ijtima akhir Syaban 1432H/2011 M jatuh pada Ahad 31 Juli 2011, pukul 01.40 menit WIB.
"Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut di seluruh Indonesia , posisi hilal berada di atas ufuk pada ketinggian 4 derajat 50 menit sampai 6 derajat 55 menit," kata Jauhari yang juga Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag.

Dari hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) di 38 lokasi, lanjut Jauhari, ada empat lokasi yang menyatakan melihat hilal, yaitu di Mall GTC Makassar, Sulawesi Selatan, Bukit Condrodipo Gresik, Jawa Timur, Bangkalan, Madura, dan Cakung Jakarta Timur

Sebelumnya, perwakilan ormas mengikuti mengobservasi penampakan hilal. Observasi itu bisa disaksikan di layar yang dipasang di lantai dua gedung utama kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sejak pukul 17.00 WIB, Minggu (31/7/2011). Mereka melihat titik-titik observasi hilal di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia lewat layar.

Sementara itu PP Muhammadiyah juga menetapkan awal Ramadhan 1432 atau awal puasa jatuh pada Senin, 1 Agustus. Penetapan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid. Disebutkan bahwa ijtima` menjelang Ramadhan 1432 H terjadi pada Ahad (31/7) pukul 01:41:00 WIB. "Kami berharap Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita semua," kata Pengurus PP Muhammadiyah Fatah Wibisono.

Jadwal Puasa 2011 Daerah Palembang dan Sekitarnya

PALEMBANG

Tgl Imsak Subuh Dhuha Zuhur Ashar Maghrib Isya'

1 Ramadhan 04:39 04:49 06:27 12:09 15:32 18:10 19:21

2 Ramadhan 04:39 04:49 06:27 12:09 15:32 18:10 19:21

3 Ramadhan 04:39 04:49 06:27 12:09 15:32 18:10 19:21

4 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:32 18:10 19:21

5 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:31 18:10 19:21

6 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:31 18:10 19:21

7 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:31 18:10 19:20

8 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:31 18:10 19:20

9 Ramadhan 04:39 04:49 06:26 12:09 15:30 18:10 19:20

10 Ramadhan 04:39 04:49 06:25 12:08 15:30 18:10 19:20

11 Ramadhan 04:39 04:49 06:25 12:08 15:30 18:09 19:20

12 Ramadhan 04:38 04:48 06:25 12:08 15:29 18:09 19:19

13 Ramadhan 04:38 04:48 06:25 12:08 15:29 18:09 19:19

14 Ramadhan 04:39 04:49 06:24 12:08 15:29 18:09 19:19

15 Ramadhan 04:38 04:48 06:24 12:08 15:28 18:09 19:19

16 Ramadhan 04:38 04:48 06:24 12:07 15:28 18:09 19:19

17 Ramadhan 04:38 04:48 06:24 12:07 15:27 18:09 19:18

18 Ramadhan 04:38 04:48 06:23 12:07 15:27 18:09 19:18

19 Ramadhan 04:37 04:47 06:23 12:07 15:27 18:08 19:18

20 Ramadhan 04:37 04:47 06:23 12:06 15:26 18:08 19:18

21 Ramadhan 04:37 04:47 06:22 12:06 15:26 18:08 19:17

22 Ramadhan 04:37 04:47 06:22 12:06 15:25 18:08 19:17

23 Ramadhan 04:37 04:47 06:22 12:06 15:25 18:08 19:17

24 Ramadhan 04:36 04:46 06:21 12:05 15:24 18:07 19:16

25 Ramadhan 04:36 04:46 06:21 12:05 15:23 18:07 19:16

26 Ramadhan 04:36 04:46 06:21 12:05 15:23 18:07 19:16

27 Ramadhan 04:36 04:46 06:20 12:05 15:22 18:07 19:16

28 Ramadhan 04:35 04:45 06:20 12:04 15:22 18:07 19:15

29 Ramadhan 04:35 04:45 06:20 12:04 15:21 18:06 19:15

30 Ramadhan 04:35 04:45 06:19 12:04 15:20 18:06 19:15

31 Ramadhan 04:34 04:44 06:19 12:03 15:20 18:06 19:14

Jumat, 03 Juni 2011

Ponsel Picu Kanker Masih Diperdebatkan

Studi World Health Organization (WHO) yang menyimpulkan ponsel dapat menyebabkan kanker ditanggapi serius, terlebih WHO adalah badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang bereputasi tinggi. Penelitian WHO bukanlah yang pertama. Sudah banyak studi menyatakan ponsel memicu bahaya kesehatan, ada pula yang berkesimpulan sebaliknya.

Pihak yang yakin bahwa ponsel berbahaya, mengajukan klaim untuk menguatkan pendapatnya. Salah satu tudingan bahaya ponsel dilayangkan peneliti International EMF [Electromagnetic Field] Collaborative. Menurut mereka, penggunaan ponsel khususnya di kalangan anak-anak, dapat menyebabkan tumor otak.

Ponsel juga 'dikambinghitamkan' dapat menyebabkan sperma kaum pria 'terbantai'. Klaim ini dilontarkan para pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Para pakar ini menduga penurunan jumlah sperma pada kaum pria dapat disebabkan oleh gelombang elektromagnetis ponsel.

Namun, tidak semua orang sepakat dengan klaim tentang bahaya ponsel. Penelitian untuk 'membela' ponsel pun digeber. Salah satu yang tampil sebagai 'pembela' ponsel adalah para peneliti di The Danish Cancer Society.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute itu disebutkan bahwa frekuensi elektromagnetik yang keluar dari ponsel tidak mempengaruhi mekanisme biologis pada tubuh manusia. Mereka menyebutkan bahwa tren tumor otak akibat ponsel tidak benar.

Penelitian WHO

Seperti detikINET kutip dari Cnet, Rabu (1/6/2011), studi dari WHO sendiri dinilai masih membingungkan. Mereka pernah menghabiskan biaya USD 24 juta untuk mengetahui apakah ponsel memicu kanker otak.

Sebagian kesimpulan studi tersebut dipublikasikan pada tahun 2010. Pada awalnya, International Agency for Research on Cancer (IARC) dari WHO menyimpulkan ponsel tidak menyebabkan kanker otak. Akan tetapi, mereka menggarisbawahi diperlukan studi lanjutan.

Namun sekarang, WHO justru mengeluarkan kesimpulan sebaliknya. Dengan tim 31 ilmuwan dari 14 negara, mereka menyatakan menemukan bukti yang cukup untuk menyatakan paparan radiasi ponsel mungkin menyebabkan kanker pada manusia.

Dengan mengklasifikasi ponsel pada kategori ini, IARC pada intinya menyatakan ada bukti ponsel mungkin memicu kanker. Namun di sisi lain, faktor pemicu yang lain juga tidak bisa dikesampingkan. Dengan demikian, studi lebih lanjut masih diperlukan.

"Kesimpulan WHO berarti ada beberapa bukti yang menghubungkan ponsel dengan kanker, namun masih terlalu lemah untuk membuat kesimpulan yang kuat. Jika korelasi itu eksis, sepertinya tidak terlalu besar angkanya," ucap Ed Young dari Cancer Research U.K

Namun memang bahaya radiasi ponsel dinyatakan tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pemakaian ponsel dalam waktu lama atau berlebihan seharusnya dihindari untuk meminimalisir risiko kesehatan.

8 Kiat Menangkal Radiasi Ponsel

Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.

Simak 8 kiat mengurangi radiasi tersebut yang dikutip detikINET dari eHow, Rabu (1/6/2011):

1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.

2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.

3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.

4. Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.

5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.

6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.

7. Diam Kala Menelpon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.

8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.


Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.

Semoga bermanfaat.

Demi iPad, Remaja Nekat Jual Ginjal

Hasrat kuat ingin memiliki sesuatu memang bukan tidak mungkin membuat seseorang nekat berbuat gila. Seperti yang dilakukan remaja asal China yang satu ini, dia nekat menjual ginjalnya demi bisa membeli iPad!

Ya, Xiao Zhang, siswa sekolah di Provinsi Anhui, China ini menjual salah satu ginjalnya seharga 20 ribu yuan (sekitar Rp 26 juta) agar bisa membeli iPad 2 yang didambakannya. Demikian laporan Global Times yang dikutip detikINET, Jumat (3/6/2011).

Kepada ibundanya, remaja laki-laki ini mengaku termotivasi menjual ginjalnya setelah melihat iklan online yang menawarkan uang tunai bagi siapa saja yang mau menjadi donor ginjal.

"Saya ingin memiliki iPad 2, tetapi tidak punya uang," kata remaja itu saat diwawancara stasiun TV setempat. Selain iPad 2, Zhang juga membeli iPhone dan laptop dari hasil penjualan ginjalnya.

Rumah sakit Chenzhou 198 di provinsi Hunan, tempat dimana Zhang dikabarkan melakukan operasi pengambilan ginjal, tidak bersedia menjelaskan soal kasus ini.

Pihak rumah sakit menyangkal telah menerima ginjal Zheng, namun mengakui bahwa divisi urologi mereka 'dikontrakkan' ke seorang pengusaha swasta.

Ibunda Zhang melaporkan hal ini kepada polisi dan meminta untuk ditangani secara hukum. Namun agen yang mengatur jual beli organ ini tidak bisa dihubungi.